May 13, 2021

Vindemiagallery.com

Blog Media Info Terkini

Hari Ini Basarnas Umumkan Status Masa Operasi SAR Gabungan Sriwijaya Air SJ 182

Memasuki hari kesepuluh operasi, hari ini Senin (18/1/2021), Basarnas akan mengumumkan status masa operasi SAR gabungan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Sebelumnya operasi pencarian telah diperpanjang selama tiga hari dan berakhir hari ini. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan pihaknya akan mengevaluasi terlebih dulu terkait operasi SAR selama ini sebelum memutuskan untuk memperpanjangnya lagi atau tidak.

"Siang ini diputuskan bahwa operasi SAR gabungan dalam rangka pencarian atau evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 saya perpanjang tiga hari. Saya ulangi saya perpanjang tiga hari. Berarti sampai dengan hari Senin. Artinya setelah itu kita evaluasi kembali dan kita putuskan selanjutnya," kata Bagus di Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara pada Jumat (15/1/2021) lalu. Hingga hari kesembilan operasi SAR kemarin, sejumlah objek pencarian yang telah berhasil dievakuasi di antaranya: 1. Roda

Tim SAR dari Komando Pasukan Katak Angkatan Laut menemukan serpihan roda pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di awal operasi SAR pesawat yang jatuh pada Sabtu (9/1/2021) tersebut. Serpihan roda pesawat tersebut dibawa ke Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara pada Minggu (17/1/2021). Serpihan roda tersebut tampak berupa velg dan ban yang sudah tak lagi utuh.

Serpihan ban tersebut kemudian diserahkan oleh tim Basarnas kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dianalisis. 2. Dua Turbin Dua turbin pesaqat tersebut ditemukan dan dibawa ke Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara dalam waktu yang berbeda.

Turbin pertama dibawa KRI Cucut pada Minggu (10/1/2021) pada pukul 22.10 WIB. Turbin pertama tersebut tampak ringsek dan sudah tak berbentuk lagi. Turbin pesawat tersebut ditemukan dengan bantuan dari sonar tiga dimensi dari KRI Rigel.

Selain itu, turbin kedua pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan oleh penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Detasemen Jalamangkara TNI Angkatan Laut. Turbin tersebut kemudian dibawa oleh KRI Parang ke Posko JICT II Tanjung Priok pada Jumat (15/1/2020) sekira pukul 19.30 WIB. Sejumlah personel TNI AL KRI Parang tampak menggunakan crane yang ada di KRI Parang untuk mengangkat turbin ke atas forklift.

Forklift tersebut meletakannya di dekat serpihan besar bagian pesawat yang telah ditemukan sebelumnya. Turbin tersebut tampak ringsek dan tak berbentuk lagi. Selain turbin, personel KRI Parang juga mengangkat satu bagian mesin lain dengan cara yang sama.

Bagian mesin tersebut juga tampak ringsek dan tak berbentuk. 3. Flight Data Recorder (FDR) FDR yang merupakan salah satu bagian dari black box pesawat tersebut ditemukan oleh Tim Penyelam TNI AL dibawa ke Posko JICT II pada Selasa (12/1/2021).

FDR tersebut ditemukan bersama dua ping locator atau undwrwater acoustic beacon milik black box tersebut. Ketika itu Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kemudian menyerahkan FDR tersebut kepada Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito. Bagus kemudian langsung menyerahkan FDR tersebut kepada Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono untuk diselidiki.

Hingga saat ini KNKT mengatakan memory unit tersebut memiliki 330 parameter. Memory unit tersebut dalam kondisi baik dan kini tengah dipelajari KNKT. 4. Bungkus (casing) Cockpit Voice Recorder (CVR)

Bungkus CVR tersebut ditemukan oleh penyelam TNI AL pada Jumat (15/1/2021). Benda tersebut ditemukan dalam kondisi ringsek dan diserahkan Asops Pangkoarmada I Kolonel Laut Alit kepada Basarnas pada Minggu (17/1/2021). 5. Pada Minggu (17/1/2021) Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan tim telah menemukan bagian dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berfungsi untuk menangkap data percakapan atau suara di kokpit pesawat.

Bagus menjelaskan bagian tersebut bernama CVR Electric Unit. 6. Bagian Mesin Sebuah bagian mesin pesawat tersebut dibawa ke Posko JICT II Tanjung Priok II Jakarta Utara pada Jumat (15/1/2021).

Bagian mesin pesawat tersebut dibawa oleh KRI Parang bersamaan dengan turbin. Mesin tersebut diperkirakan memiliki berat hingga ratusan kilogram. Bahkan diperlukan crane dan forklift untuk mengangkat bagian mesin pesawat tersebut dari atas kapal ke Posko JICT II.

Bagian mesin tersebut tampak ringsek dan tak berbentuk. 7. 54 Potongan Besar Pesawat Hingga Minggu (17/1/2021) tercatat total 54 bagian besar pesawat yang telah berhasil dievakuasi.

Bagian bagian yang telah disebutkan sebelumnya merupakan sebagian dari 54 bagian pesawat tersebut. Bagian besar pesawat lainnya tampak berupa rangka, mesin, dan kulit luar. Rangka, mesin, dan kulit luar pesawat tersebut juga tampak ringsek dan terkoyak.

8. 58 Kantong Serpihan Kecil Pesawat Hingga Minggu (17/1/2021) kemarin tercatat total 58 kantong serpihan kecil pesawat telah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan. Bagian kecil pesawat tersebut masih berada di Posko JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara hingga Minggu (17/1/2021).

Sebagian bagian kecil pesawat tersebut tampak berupa kabel, pelampung penumpang, dan bagian lainnya yang sebagian dibungkus oleh kantong jenazah.