May 15, 2021

Vindemiagallery.com

Blog Media Info Terkini

Ada Bayi Ikut Tewas di dalam Perut Remaja Didakwa 6 Pembunuhan karena Tembak Anggota Keluarganya

Seorang remaja di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, didakwa atas enam dakwaan pembunuhan. Remaja bernama Raymond Childs III tersebut didakwa menembak anggota keluarganya dan seorang gadis yang sedang hamil, pada Minggu (24/1/2021). Dia didakwa pada Kamis (28/1/2021) lalu.

Dilansir , selain pembunuhan, Childs juga didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap seorang saudaranya yang melarikan diri dari insiden penembakan. Ia berhasil lolos setelah penembakan awal terjadi. Selain itu, menurut dokumen pengadilan yang dibagikan oleh kantor kejaksaan Marion County, Childs juga membawa pistol secara ilegal.

Childs didakwa dengan hukuman orang dewasa, karena usianya yang berusia 17 tahun dan pembunuhan yang dilakukan. "Kami bermaksud untuk mencari keadilan bagi para korban, dan melakukannya dengan menghormati proses dan semua keadaan yang ada dalam kasus ini," kata jaksa Ryan Mears dalam rilisnya. Kepala Polisi Metro Indianapolis, Randal Taylor, mengatakan, penembakan itu merupakan pembunuhan dengan korban massa terbesar di Indianapolis dalam lebih dari 10 tahun.

Childs diduga membunuh anggota keluarganya setelah ayahnya menghukumnya karena meninggalkan rumah tanpa izin. Dia diduga menembak dan membunuh ayahnya, Raymond Childs, Jr. Ibu tirinya, Kezzie Childs, juga tewas oleh tembakan Childs.

Setelah membunuh kedua orang tuanya, Childs menembak saudaranya, Elijah, hingga tewas. Detektif juga menemukan jasad adik perempuan Childs yang turut menjadi korban. Adik perempuannya itu berusia 13 tahun.

Pacar Elijah yang sedang hamil, Kiara Hawkins, juga menjadi korban penembakan Childs. Dia dinyatakan meninggal di rumah sakit, menurut pernyataan tertulis pada Kamis (28/1/2021). Satu korban tewas lain yang ikut dihitung adalah bayi yang dikandung Hawkins.

Temuan autopsi mengungkapkan, bayi tersebut seharusnya akan lahir dalam waktu dekat. Childs dijadwalkan akan kembali menjalani sidang pada 21 April 2021 mendatang. Kasus lain, seorang .

Pelaku nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri gara gara harta warisan. Sebelum kabur usai membunuh ibunya, pelaku sempat mengancam akan membunuh adiknya. Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi, menegaskan pembunuhan dilakukan Syamsul Bahri (42) terhadap ibu kandung Nurhayati (63) disebabkan karena berebut harta warisan.

"Jadi berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, pembunuhan ini dilatarbelakangi atau motifnya karena harta warisan," ungkap Siswandi ketika diwawancarai usai menghadiri rapat di gedung Pemkot Prabumulih, Senin (25/1/2021). Siswandi menjelaskan, pembunuhan itu bermula ketika orang tua pelaku menjualkan rumah lama milik keluarga seharga Rp 80 juta dan rencananya akan dibelikan rumah lagi. "Bukan rumah sekarang yang ditempati tapi rumah lama, untuk apa dijual untuk beli rumah lagi dan ada sisanya, sisa itulah rencana untuk membayar utang tersangka," ujar Kapolres.

Namun lantaran kurang puas dengan jumlah yang diberikan sang ibu, tersangka Syamsul Bahri lalu menghabisi ibu sendiri dengan cara menggorok leher dan menebas bagian muka menggunakan parang. "Tersangka merasa kurang lalu meminta lagi sama emaknya tapi tidak dikasih lalu dibacok," jelas Kapolres. Siswandi menuturkan, menurut keterangan pihak keluarga menyatakan tersangka memiliki riwayat sakit epilepsi dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

"SB ini pedagang dan banyak utang, sementara hasil penjualan warisan ini banyak lebih dan rencananya akan dibayarkan utang tersangka tapi mungkin kurang lalu minta lagi, ngak dikasih lalu dibacok pakai parang," tuturnya. Lebih lanjut Kapolres menambahkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi termasuk adik pelaku yakni Syarif yang mengetahui pembunuhan dan para tetangga korban. "Jadi adiknya itu yang melapor karena dia pulang ke rumah mengetahui korban dibunuh disampaikan pelaku, lalu Syarif lihat ke dapur ternyata memang dibunuh dan setelah Syarif mau kejar pelaku tapi sudah kabur," tambahnya.

Sementara itu, Madi yang merupakan tetangga korban mengungkapkan pihaknya tau pembunuhan setelah Syarif berteriak minta tolong sekitar pukul 20.30. "Jadi ketika Syarif pulang mendapati kakaknya (pelaku red) sedang ada dikamar milik Syarif, karena kamar dibongkar Syarif terkejut dan menanyakan ada apa pelaku masuk kamar itu," ujarnya. Lalu, pelaku Syamsul Bahri keluar kamar dan menuju depan rumah namun disusul Syarif.

Kesal dengan adiknya itu, Syamsul lalu menyampaikan jika telah membunuh sang ibu. "Pelaku keluar kamar disusul Syarif, kemudian pelaku ngomong 'aku baru bunuh emak apo kau nak ku bunuh jugo'. Mendengar itu Syarif langsung ke dapur mencari emaknya tapi sudah meninggal bersimbah darah," jelas Madi.

Setelah melihat sang ibu mati dibunuh, Syarif lalu mengejar tersangka ke depan rumah namun tersangka telah kabur ke kebun karet. "Setelah itu kami dengar Syarif menjerit minta tolong ke warga. Tersangka itu pendiam dan orangnya baik, tidak pernah ada keributan di rumah itu, kalau mengenai gangguan kejiwaan kami baru tahu," tuturnya